Wild Notebook

Lokasi: Beranda / Otomotif / Kekeringan Mulai Melanda 14 Daerah di Jawa Tengah, Lebih dari 35.000 Jiwa Terdampak

Kekeringan Mulai Melanda 14 Daerah di Jawa Tengah, Lebih dari 35.000 Jiwa Terdampak

Menurut Bergas, pemerintah kabupaten/kota sebenarnya telah mengantisipasi musim kemarau sejak April-Mei dengan menyiapkan cadangan air bersih.

Secara keseluruhan, kapasitas air bersih yang disiapkan mencapai sekitar 129 juta liter untuk 29 kabupaten/kota.

Namun hingga kini, air yang telah didistribusikan kepada masyarakat baru sekitar 1,6 juta liter karena sebagian besar stok masih disiapkan untuk mengantisipasi puncak musim kemarau.

"Yang sudah terdistribusi baru sekitar 1,6 juta liter. Artinya stok masih sangat mencukupi untuk kebutuhan ke depan," katanya lagi.

Bantuan droping air bersih

Petugas BPBD Dompu saat mendistribusikan air bersih untuk warga terdampak kekeringan, Rabu (15/7/2026).Kompas.com/ Doc. Wan Muhtajun Petugas BPBD Dompu saat mendistribusikan air bersih untuk warga terdampak kekeringan, Rabu (15/7/2026).

Dia mengatakan, bantuan yang diberikan sementara ini masih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih melalui distribusi truk tangki.

Selain itu, BPBD Provinsi juga membantu penyediaan tandon air berkapasitas 5.000 liter, terpal untuk penampungan darurat, hingga meminjamkan truk tangki kepada sejumlah daerah.

"Kemarin kami juga sudah merestorasi empat truk tangki untuk kemudian diperbantukan ke daerah-daerah yang membutuhkan agar distribusi air bersih lebih cepat," katanya.

Bergas menilai kondisi kekeringan tahun ini lebih ringan ketimbang 2023.

Saat itu, sebanyak 33 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah harus mendapatkan distribusi air bersih dari BPBD.

"Kalau dibandingkan 2023 jauh lebih ringan. Waktu itu 33 kabupaten/kota harus didistribusi air bersih. Sekarang baru 14. Isian waduk juga masih aman sehingga untuk kebutuhan pertanian dan air baku PDAM masih mencukupi," jelasnya.

Puncak musim kemarau

Meski demikian, BPBD memperkirakan jumlah daerah terdampak masih berpotensi bertambah karena puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026.

"Kemungkinan bisa bertambah sekitar lima kabupaten lagi sesuai perkembangan musim. Tetapi setelah itu diperkirakan hujan mulai turun kembali menjelang akhir tahun," ujar Bergas.

Lebih lanjut, sebagai antisipasi jangka panjang, BPBD bersama pemerintah pusat menyiapkan berbagai program untuk mengurangi risiko kekeringan.

Mulai dari pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), kajian geolistrik untuk pencarian sumber air tanah di Kabupaten Semarang, Magelang, Banjarnegara, dan Wonogiri, hingga pengajuan pembangunan sumur bor kepada BNPB.

Artikel Terkait

  1. Siswi SD di Lampung Timur Diduga Jadi Korban Perundungan, Polisi Selidiki
  2. Menjulang 27 Lantai, Gedung Kementerian Rp 1 T Ini Diejek Mirip Jagung
  3. Kota Ini Catat 0 Korban Tewas Akibat Kecelakaan dalam Setahun, Apa Rahasianya?
  4. Lagi Cari Kayu, Warga Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan
  5. Dana Asing hingga MSCI Jadi Penentu Arah IHSG di Semester II-2026
  6. Jelang Final Piala Dunia 2026, Jersey Timnas Argentina Ludes Diburu Warga di Karawang
  7. Viral Aksi Berani Bocil-bocil Hadang Pemotor Lewat Trotoar di Jakbar
  8. Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang

Copyright © Wild Notebook · Wild Notebook · sitemap ·