Wild Notebook

Lokasi: Beranda / Hiburan / Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas

Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas

Seorang pria di Bangladesh tewas setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dipicu karena ejekan terkait kegagalan Lionel Messi mengeksekusi penalti. Insiden yang diawali dari perdebatan mengenai sepak bola berujung hilangnya nyawa korban.

Berdasarkan laporan media di Bangladesh, Mohammed Shariful Islam, 35 tahun, tewas setelah keributan memuncak saat menonton pertandingan Piala Dunia Argentina-Mesir di sebuah warung teh di Cumilla, Bangladesh.

Dalam pertandingan Argentina vs Mesir pada Selasa lalu, Yasser Ibrahim mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-15. Messi memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-21 tetapi gagal mengeksekusi penalti, setelah kiper Mostafa Shobeir melakukan penyelamatan gemilang.

Menurut laporan di The Daily Star, Shankar Kumar Das, penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, mengatakan bahwa pertengkaran terjadi setelah Messi gagal mengeksekusi penalti.

Seorang saksi mata mengatakan setelah kegagalan Messi tersebut, Shariful mengejek para pendukung Argentina.

"Bapakmu enggak bisa cetak gol ," ujar saksi itu menirukan Shariful.

Situasi pun berubah jadi "panas". Penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, Shankar Kumar Das, mengatakan saat perdebatan memanas dan berubah menjadi perkelahian, dua warga lokal yang diidentifikasi sebagai Babu dan Main Uddin Malu, diduga memukul kepala Shariful.

Shariful kemudian diselamatkan oleh warga setempat dan dibawa ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla, di mana ia dinyatakan meninggal.

Laporan lain di media Prothom Alo, mengutip warga setempat dan saksi, mengatakan Shariful, seorang pengemudi becak motor, mendukung Mesir selama pertandingan itu.

Istrinya, Beauty Banu, sangat berduka. "Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu," kata sang istri.

"Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya. Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur," ujarnya.

Artikel Terkait

  1. Panas Membara, Italia Umumkan Status Merah di 15 kota
  2. LPTQ Tangsel Disebut Dapat Dana Hibah Rp 11 Miliar, Pemkot: Cuma Rp 4,75 Miliar
  3. Soal Mahasiswi Gagal Temui Dedi Mulyadi, Pemkab Solok Selatan Siap Bantu Rachmi
  4. Hotman: Febrie Tak Tahu Ada Renovasi untuk Tempat Uang di Rumah Sentul
  5. BMKG: 2 Kecamatan di Bima Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem, 63 Hari Tanpa Hujan
  6. Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Akan Lama
  7. Air Bersih di Kelapa Gading Jakut Mengalir Kecil Hari Ini? PAM Jaya Ungkap Penyebabnya
  8. Polda Riau Siapkan Pengamanan Riau Bhayangkara Run, Tekankan Green Policing

Copyright © Wild Notebook · Wild Notebook · sitemap ·